Sejarah Tempe, Asal Usul Pembuatan dan Filosofi Tempe

Tempe adalah makanan tradisional yang berasal dari Indonesia dan menjadi populer di berbagai negara di Asia dan dunia. Tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasi oleh jamur Rhizopus oligosporus. Proses fermentasi ini memberikan rasa dan tekstur khas pada tempe.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pembuatan tempe:

1. Penyortiran dan Perendaman Kacang Kedelai: Kacang kedelai disortir untuk memastikan kualitasnya, kemudian direndam dalam air untuk memulai proses perkecambahan.

2. Pemasakan Kacang Kedelai: Kacang kedelai yang sudah direndam dimasak hingga matang. Setelah itu, kacang dikeringkan.

3. Pengolahan dan Inokulasi Jamur: Kacang kedelai yang sudah dikeringkan dicincang atau digiling. Kemudian, diberi inokulum jamur Rhizopus oligosporus (biasanya dari sumber tempe sebelumnya).

4. Fermentasi: Kacang kedelai yang telah dicampur dengan jamur diatur dalam bentuk cakram atau kotak, dan dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Jamur ini memproduksi enzim yang merombak kandungan kacang kedelai, menghasilkan tempe.

5. Pematangan: Setelah proses fermentasi berlangsung selama beberapa hari, tempe dianggap matang dan siap dikonsumsi.

Tempe memiliki tekstur padat, rasa yang khas, serta aroma yang lembut. Selain kacang kedelai, tempe juga dapat dibuat dari bahan dasar lain seperti kacang tanah atau biji-bijian lainnya. Tempe sering digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk digoreng, direbus, atau diolah menjadi berbagai masakan seperti sate tempe, tumis tempe, dan lainnya. Selain itu, tempe juga dikenal sebagai sumber protein nabati yang baik.

Berikut Kuarsa.com rangkum Sejarah Tempe, Asal Usul Pembuatan dan Filosofi Tempe

Sejarah Tempe

Sejarah Tempe, Asal Usul Pembuatan dan Filosofi Tempe

Sejarah tempe di Indonesia masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang berusaha menjelaskan asal-usulnya, namun masih terdapat perdebatan dan minimnya bukti sejarah yang kuat. Berikut beberapa teori yang berkembang:

Mungkin Anda Suka :  Sejarah Gunung Andong dan Tempat yang Penuh Misteri

1. Teori Jawa Kuno:

Teori ini menyatakan bahwa tempe sudah ada sejak zaman Jawa Kuno, sekitar abad ke-10.

Bukti yang mendukung teori ini adalah adanya relief di Candi Borobudur yang menggambarkan proses pembuatan tempe.

2. Teori Portugis:

Teori ini menyebutkan bahwa tempe diperkenalkan oleh bangsa Portugis pada abad ke-16.

Portugis membawa teknik fermentasi kacang kedelai yang mirip dengan tempe.

3. Teori Tiongkok:

Teori ini menyatakan bahwa tempe berasal dari Tiongkok dan dibawa oleh para pedagang.

Di Tiongkok, terdapat makanan fermentasi yang terbuat dari kacang kedelai yang mirip dengan tempe.

4. Teori Spontan:

Teori ini menyebutkan bahwa tempe terbentuk secara spontan dari kacang kedelai yang terpapar jamur Rhizopus oligosporus.

Asal Usul Pembuatan Tempe Pertama Kali

Sejarah Tempe, Asal Usul Pembuatan dan Filosofi Tempe

Asal-usul penciptaan tempe untuk pertama kalinya masih belum dapat dipastikan dengan pasti. Beberapa hipotesis telah diajukan untuk menerangkan sejarahnya, namun perdebatan dan kurangnya bukti sejarah yang kuat masih mengitari topik ini. Diantara berbagai teori yang berkembang, beberapa di antaranya adalah:

1. Teori Zaman Dahulu Jawa

Dalam pandangan ini, tempe diyakini telah ada sejak zaman Jawa Kuno, sekitar abad ke-10. Ada bukti yang mendukung klaim ini, terlihat dari relief di Candi Borobudur yang menggambarkan proses pembuatan tempe. Relief tersebut menggambarkan langkah-langkah pembuatan tempe yang serupa dengan teknik yang masih digunakan hingga saat ini.

2. Teori Pengaruh Portugis

Teori ini menyatakan bahwa pengenalan tempe dapat dikaitkan dengan kedatangan bangsa Portugis pada abad ke-16. Portugis membawa teknik fermentasi kacang kedelai yang mirip dengan tempe. Dasar dari teori ini adalah kesamaan teknik fermentasi tempe dengan teknik yang digunakan Portugis untuk menciptakan “tempeh”.

Mungkin Anda Suka :  Sejarah Bakso, Asal-Usul Pembuatan Hingga Filosofi Bakso

3. Teori Asal-usul Tiongkok

Teori ini menyatakan bahwa tempe berasal dari Tiongkok dan diadopsi oleh pedagang sebagai hasil perdagangan. Di Tiongkok, terdapat makanan fermentasi yang terbuat dari kacang kedelai yang mirip dengan tempe. Teori ini bergantung pada kesamaan tempe dengan “douchi”, produk fermentasi kedelai dari Tiongkok.

4. Teori Spontan

Teori ini menyatakan bahwa tempe terbentuk secara alami dari kacang kedelai yang terpapar jamur Rhizopus oligosporus. Dasar dari teori ini adalah kemampuan jamur Rhizopus oligosporus untuk secara alami melakukan fermentasi pada kacang kedelai.

Filosofi Tempe

Tempe terbuat dari bahan-bahan sederhana dan mudah didapat, seperti kacang kedelai, ragi tempe, dan air. Kesederhanaan ini mencerminkan nilai budaya Indonesia yang tidak berlebihan dan menghargai apa yang ada.