Sejarah Dibuatnya Pizza, Asal-Usulnya Hingga Filosofi Pembuatan

Pizza adalah hidangan kuliner yang berasal dari Italia dan telah menjadi sangat populer di seluruh dunia. Pizza dasar terdiri dari adonan pipih yang biasanya terbuat dari tepung terigu, ragi, air, garam, dan minyak, yang kemudian diberi berbagai topping. Topping pizza dapat bervariasi, tetapi yang paling umum termasuk saus tomat, keju (biasanya mozzarella), dan berbagai macam bahan tambahan seperti pepperoni, jamur, paprika, dan lainnya.

Pizza dipanggang dalam oven hingga adonan menjadi renyah dan kejunya meleleh. Pizza sering disajikan dalam bentuk bundar, tetapi variasi lainnya seperti pizza pan, pizza gulung, dan pizza calzone juga ditemukan.

Pizza memiliki rasa yang beragam tergantung pada bahan-bahan dan resep yang digunakan, dan itu adalah hidangan yang sangat disukai oleh banyak orang di seluruh dunia. Pizza juga sering menjadi makanan cepat saji dan tersedia di berbagai gaya dan rasa di restoran, warung pizza, dan toko makanan.

Berikut Kuarsa.com rangkum dari berbagai sumber, sejarah Pizza.

Sejarah Dibuatnya Pizza

Sejarah Dibuatnya Pizza, Asal-Usulnya Hingga Filosofi Pembuatan

Dilansir dari Alto-Hartley, pizza konon berasal dari kota Napoli, Italia. Pada tahun 1738, muncul restoran pizza pertama di dunia yang dikenal dengan nama Antica Pizzeria Port’Alba, yang berlokasi di kota tersebut. Restoran ini mengalami pertumbuhan pesat karena Napoli merupakan destinasi wisata yang populer dengan banyak pengunjung.

Perkembangan pizza semakin pesat sejak tahun 1889. Pada saat itu, seorang koki bernama Raffaele Esposito, yang juga adalah pemilik restoran di Napoli, menghadirkan inovasi dalam pembuatan pizza. Menurut John Dickie dalam bukunya yang berjudul “Delizia!: The Epic History of the Italians and Their Food,” Esposito diberi julukan sebagai Bapak Pizza Modern.

Asal-Usul Pizza

Sejarah Dibuatnya Pizza, Asal-Usulnya Hingga Filosofi Pembuatan

Sebagai “Bapak Pizza,” Esposito memberikan kontribusi signifikan dalam perubahan pizza. Inovasinya melibatkan penampilan pizza dengan taburan berbagai bahan di atasnya. Esposito menciptakan pizza dengan tambahan keju mozzarella, daun basil atau selasih, dan saus tomat. Kombinasi tiga warna bahan ini menciptakan gambaran yang mirip dengan bendera Italia.

Mungkin Anda Suka :  Sejarah Nasi Lemak, Asal Usul Pembuatan Hingga Filosofi Nasi Lemak

Esposito memperkenalkan kreasi pizza baru ini kepada Ratu Italia, Putri Margherita dari Savoia. Pizza buatannya diberi nama “Pizza Margherita” dalam penghormatan kepada sang ratu. Sejak saat itu, pizza modern terus berkembang dan variasinya semakin bertambah. Asal-usul pizza dari Italia ini menjadi dikenal luas, dan pizza menjadi salah satu hidangan yang sangat populer di seluruh dunia.

Filosofi Pembuatan Pizza

Berdasarkan informasi dari History Today, makanan yang menyerupai pizza diyakini telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Pada masa kuno, terdapat roti pipih yang disajikan dengan taburan bahan gurih. Biasanya, makanan ini menjadi pilihan sederhana dan lezat bagi mereka yang mungkin tidak mampu membeli piring makanan. Selain itu, makanan semacam ini juga cocok untuk mereka yang sedang dalam perjalanan. Jenis makanan seperti ini bahkan muncul dalam puisi Aeneid karya penyair Romawi kuno, Virgil, yang hidup pada era Augustan.

Dalam puisi tersebut, Virgil menceritakan perjalanan seorang pahlawan Trojan dalam mitologi Yunani yang bernama Aeneas. Ketika Aeneas dan para pengikutnya beristirahat selama perjalanan mereka, mereka menyantap roti gandum tipis yang di atasnya diberi taburan jamur dan tumbuhan hutan. Roti gandum beserta taburannya habis dimakan oleh mereka. Melihat kejadian itu, anak Aeneas yang bernama Ascanius, menyatakan dengan spontan bahwa mereka seakan-akan sedang menyantap dari piring. Dalam konteks tersebut, “piring” merujuk pada roti gandum tersebut.

Dari cerita itu bisa ditarik garis merah terkait filosofi pizza, yakni sebuah makanan sederhana yang mengalami perjalanan panjang hingga akhirnya menjadi mendunia seperti sekarang. Proses dari makanan ‘piring’ nyatanya kini bisa menjadi kudapan populer. Kesederhanaan dan makna perjalanan itulah yang bisa diambil jadi filosofi dari sejarah pizza.

Mungkin Anda Suka :  Sejarah Lemper, Asal Usul Pembuatan dan Filosofi Lemper