Ringkasan Cerita The Leopard and the Jackal (Macan Tutul dan Jackal) dalam Bahasa Inggris, Lengkap Terjemahan

Fabel Macan Tutul dan Jackal dari tradisi Afrika menggambarkan hubungan antara macan tutul dan jackal, yang sering kali membawa pesan moral tentang kecerdikan atau kecurangan.

Ringkasan Cerita Macan Tutul dan Jackal dalam Bahasa Inggris

Cerita Singkat The Leopard and the Jackal (Macan Tutul dan Jackal) dan Pesan Moral

On a hot day in the African savannah, a majestic leopard named Raja was patrolling his territory, searching for prey. Suddenly, Raja spotted a small jackal hiding behind the bushes. The jackal was named Kiki, and he was a clever and cunning jackal.

Raja desired to eat Kiki, but he knew that Kiki was a clever creature. Raja didn’t want Kiki to escape.

Raja decided to use deception. He said to Kiki, “Kiki, I want to be friends with you. I want us to live peacefully in this savannah together.”

Kiki didn’t trust Raja. He knew that Raja was a dangerous predator. Kiki said, “Raja, I cannot be friends with you. You are a predator, and I am prey. We cannot live peacefully together.”

Raja said, “Kiki, I promise not to eat you. I want us to be friends and help each other.”

Kiki still didn’t believe Raja. He said, “Raja, I don’t trust you. You are a liar and a deceiver.”

Raja said, “Kiki, I swear on my honor as a king. I will never eat you. If I break my promise, you can eat me.”

Finally, Kiki trusted Raja. He said, “Alright, Raja, I will be friends with you.”

Raja and Kiki became friends. They lived together peacefully in the savannah. Raja never attempted to eat Kiki, and Kiki never tried to deceive Raja.

Terjemahan The Leopard and the Jackal (Macan Tutul dan Jackal)

Ringkasan Cerita The Leopard and the Jackal (Macan Tutul dan Jackal) dalam Bahasa Inggris dan Pesan Moral

Pada suatu hari yang panas di sabana Afrika, seekor macan tutul yang gagah bernama Raja sedang berpatroli di wilayahnya. Dia mencari mangsa untuk dimakan.

Mungkin Anda Suka :  Sejarah Mie Aceh, Asal Usul Pembuatan dan Filosofi Mie Aceh

Tiba-tiba, Raja melihat seekor jackal kecil yang sedang bersembunyi di balik semak-semak. Jackal itu bernama Kiki, dan dia adalah jackal yang cerdik dan licik.

Raja ingin sekali memakan Kiki, tetapi dia tahu bahwa Kiki adalah hewan yang cerdik. Raja tidak ingin Kiki melarikan diri.

Raja pun memutuskan untuk menggunakan tipu muslihat. Dia berkata kepada Kiki, “Kiki, aku ingin berteman denganmu. Aku ingin kita hidup bersama dengan damai di sabana ini.”

Kiki tidak percaya dengan Raja. Dia tahu bahwa Raja adalah predator yang berbahaya. Kiki berkata, “Raja, aku tidak bisa berteman denganmu. Kamu adalah predator dan aku adalah mangsa. Kita tidak bisa hidup bersama dengan damai.”

Raja berkata, “Kiki, aku berjanji tidak akan memakanmu. Aku ingin kita menjadi teman dan saling membantu.”

Kiki masih tidak percaya dengan Raja. Dia berkata, “Raja, aku tidak percaya denganmu. Kamu adalah pembohong dan penipu.”

Raja berkata, “Kiki, aku berjanji atas nama kehormatanku sebagai raja. Aku tidak akan pernah memakanmu. Jika aku melanggar janjiku, maka kau boleh memakan aku.”

Kiki akhirnya percaya dengan Raja. Dia berkata, “Baiklah, Raja, aku akan berteman denganmu.”

Raja dan Kiki pun menjadi teman. Mereka hidup bersama dengan damai di sabana. Raja tidak pernah mencoba memakan Kiki, dan Kiki tidak pernah mencoba menipu Raja.